Artikel

Penulisan Daftar Pustaka Karya Ilmiah

Daftar Pustaka

Salah satu elemen penting dalam sebuah karya ilmiah yang tak boleh luput adalah keberadaan daftar pustaka. Daftar pustaka menjadi salah satu fondasi yang dapat menunjukkan tingkat kredibilitas sebuah karya tulis. Sayangnya, tak jarang terjadi kesalahan dalam menuliskan daftar pustaka. Kesalahan tersebut umumnya terjadi karena penulis tidak mengetahui detail informasi apa saja yang harus disertakannya mengenai sumber rujukannya itu. Terlebih,  semua jenis rujukan memiliki detail penulisan yang berbeda. Oleh karena itu, berikut ini kami berikan contoh penulisan daftar pustaka yang dapat digunakan untuk menuliskan rujukan dalam karya ilmiah.

Yuks disimak.

1. Sumber berupa buku

Jika buku yang dijadikan rujukan ditulis oleh satu orang,  format yang digunakan adalah:

Nama belakang penulis, nama belakang penulis. Judul Buku (ditulis miring). Kota terbit: Penerbit, tahun terbit.

Contoh: Endaru, Kawa. Kurma dan Khasiatnya. Yogyakarta: Mirra Buana Media,  2023.

Sedangkan jika ditulis oleh lebih dari satu penulis, format yang digunakan adalah:

Nama belakang penulis, nama belakang penulis, nama penulis kedua/dan seterusnya (tidak perlu dibalik). Judul Buku (ditulis miring). Kota terbit: Penerbit, tahun terbit.

Contoh: Endaru, Kawa, dan Raka Mahendra. Kurma dan Khasiatnya. Yogyakarta: Mirra Buana Media, 2023.

2. Sumber  berupa jurnal

Jika sumber rujukan yang digunakan adalah jurnal, format penulisan daftar pustakanya adalah:

Nama belakang, nama depan penulis. “Judul artikel jurnal.” Nama jurnal volume (cetak miring), nomor/issue (tahun terbit): halaman.

Contoh: Susilowati, Evi. “Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar dalam Pembentukan Karakter Siswa pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam.” Al-Miskawaih Journal of Science Education 01, no. 1 (2022): 115–132.

3.Sumber  berupa artikeldari internet

Format penulisan sumber pustaka dari internet adalah:

Nama belakang penulis, nama depan penulis. “Judul artikel” website artikel. Tanggal mengakses. Tutan atau link URL website.

Contoh: Mahendra, Raka. “Penulisan Daftar Pustaka Chicago Manual Style ” www.diandracreative.com. Diakses pada Senin 06 November 2023. https://diandracreative.com/2023/11/06/penulisan-daftar…ago-manual-style/.

4.Sumber  berupatesis, skripsi, atau disertasi

Jika sumber rujukan yang digunakan adalah skripsi, tesis, atau disertasi, format penulisan daftar pustakanya adalah:

Nama belakang penulis, nama depan penulis. “Judul skripsi/tesis/disertasi.” Jenis pustaka, instansi penerbit, tahun terbit.

Contoh: Mahendra, Raka. “Kebermaknaan Hidup Anak Jalanan.” Skripsi, Universitas Diandra Kreatif, 2023.

5.Sumber  berupakoran

Format penulisan daftar pustaka yang berasal dari koran adalah:

Nama belakang penulis, nama depan penulis. Tahun Terbit. “Judul artikel yang dipublikasikan.” Nama koran. Tanggal penerbitan.

Contoh: Mahendra, Raka. 2023. “Cantik Itu Relatif.” Suara Diandra. 06 November 2023.

6.Sumber  berupamajalah

Format penulisan sumber pustaka dari majalah, tidak terlalu berbeda dengan koran, perhatikan format berikut ini:

Nama belakang penulis, nama depan penulis. Tahun Terbit. “Judul artikel yang dipublikasikan”. Nama majalah dan nomor edisi.

Contoh: Mahendra, Raka. 2023. “Cantik Itu Relatif”. Majalah Diandra IX

7.Sumber  berupahasil wawancara

Jika sumber rujukan yang digunakan adalah hasil wawancara, format penulisannya adalah:

Nama narasumber, nama pewawancara. Bulan dan Tahun Wawancara. Sumber.

Contoh: Prabowo Subianto, diwawancarai oleh Najwa Shihab. Juni 2023. https://www.youtube.com/watch?v=c9bHbB8z7Cg&t=17s

 

Dari contoh-contoh di atas, kita dapat mengetahui bahwa di dalam daftar pustaka terdapat beberapa unsur yang perlu dicantumkan, seperti judul, nama pengarang atau penulis, nama penerbit, tempat terbit, tahun terbit, tanggal akses, nomor halaman yang menjadi rujukan, dan detail lainnya sesuai dengan jenis terbitan rujukan yang digunakan. Daftar pustaka bisa dipahami sebagai kumpulan daftar referensi atau sumber informasi yang digunakan dalam sebuah karya ilmiah. Daftar pustaka ini biasanya terdapat dalam karya seperti skripsi, tesis, atau disertasi, maupun artikel ilmiah, buku, dan lain sebagainya.

Secara fungsional, daftar pustaka menunjukkan bahwa penulis telah melakukan penelitian/studi yang komprehensif terhadap topik/bahasan yang ditulisnya. Dalam hal ini, ia telah menganalisis data yang relevan dan mengembangkan gagasan beserta bukti-bukti dari sumber-sumber yang dijadikan acuan. Selain itu, daftar pustaka juga digunakan sebagai cara untuk memberi penghargaan kepada penulis atau pihak yang menghasilkan sumber informasi.