
Blog
“The First Draft of Anything is Shit”: Menyusuri Kebijaksanaan Ernest Hemingway dalam Menulis

Ernest Hemingway, seorang ikon sastra dengan gaya menulis yang tegas dan lugas, terkenal dengan pandangannya yang tak terelakkan tentang proses menulis. Salah satu kutipan yang paling terkenal darinya adalah, “The first draft of anything is shit.” Pernyataan ini, meskipun terdengar kasar, mengandung kebenaran mendalam yang berbicara kepada semua penulis, baik pemula maupun berpengalaman. Mari kita menyelami makna di balik pernyataan ini dan apa yang bisa kita pelajari darinya.
Mengapa Hemingway Mengatakan Ini?
Pada pandangan pertama, kata-kata Hemingway tampak seperti penghinaan terhadap usaha penulisan. Namun, jika dilihat lebih dekat, ada kebijaksanaan tersembunyi di dalamnya. Draft pertama sering kali adalah tempat penulis pertama kali mewujudkan gagasan mereka. Ini adalah tahap mentah, ketika ide-ide yang belum matang dituangkan ke atas kertas. Tidak ada filter, tidak ada penghakiman karena hanya curahan kreatif yang murni.
Hemingway tahu bahwa draft pertama tidak akan sempurna. Itu mungkin penuh dengan plot hole, karakter yang belum berkembang, dan dialog yang kaku. Namun, itu tidak masalah. Faktanya, itu adalah bagian dari proses. Hemingway mengingatkan kita bahwa tidak ada yang bisa menulis dengan sempurna pada percobaan pertama. Menulis adalah proses penemuan diri yang melibatkan banyak revisi dan penyempurnaan.
Memeluk Ketidaksempurnaan: Langkah Pertama Menuju Kesempurnaan
Ketika kita mendengar bahwa draft pertama kita adalah “shit,” reaksi pertama mungkin adalah ketidakpercayaan atau bahkan ketidaknyamanan. Bagaimana mungkin kita bisa merangkul sesuatu yang cacat? Namun, inilah kekuatan dari proses menulis. Ketidaksempurnaan adalah pintu menuju perbaikan. Itu adalah panggilan untuk mengasah keterampilan, memperbaiki kesalahan, dan menggali lebih dalam untuk menemukan intisari yang benar-benar berarti.
Draft pertama adalah panggung awal ketika cerita kita mulai mengambil bentuk. Mungkin tidak mulus, mungkin tidak indah, tetapi ini adalah awal dari sesuatu yang lebih besar. Ini adalah fondasi dari mana kita dapat membangun, memperbaiki, dan akhirnya menciptakan karya yang bermakna.
Ketakutan Terbesar: Kritik Diri yang Berlebihan
Salah satu hal yang paling menakutkan bagi penulis adalah kritik diri. Ketika kita menyadari bahwa draft pertama kita tidak sempurna, mudah untuk merasa putus asa. Kata-kata Hemingway, meskipun keras, seharusnya menjadi pengingat bahwa ketidaksempurnaan ini adalah norma, bukan pengecualian. Bahkan, penulis terbaik di dunia, memulai dengan draft pertama yang jauh dari sempurna.
Kita sering kali terlalu keras pada diri sendiri, membandingkan draft mentah kita dengan karya final penulis lain. Namun, perlu diingat bahwa setiap karya besar yang pernah kita baca telah melalui proses yang sama, yakni draft pertama, revisi, dan banyak penyempurnaan. Mengizinkan diri kita untuk menulis draft pertama yang “shit” adalah langkah pertama untuk membebaskan kreativitas kita.
Transformasi: Dari “Shit” Menjadi Karya Hebat
Proses revisi adalah ketika sihir sebenarnya terjadi. Di sinilah penulis memiliki kesempatan untuk melihat kembali karya mereka, mengidentifikasi kelemahan, dan memperbaikinya. Ini adalah saat ketika cerita kita dipoles dan dibentuk menjadi sesuatu yang layak dibaca. Hemingway sendiri, meskipun dikenal dengan gaya tulisannya yang sederhana dan efisien, menghabiskan banyak waktu untuk merevisi dan menyempurnakan karyanya.
Jadi, saat kita menulis draft pertama, penting untuk diingat bahwa ini bukan akhir dari perjalanan, tetapi hanya awal. Dengan setiap revisi, cerita kita menjadi lebih baik, lebih tajam, dan lebih mendalam. Transformasi ini adalah inti dari proses kreatif.
Penutup: Merayakan Perjalanan Penulisan
Pada akhirnya, kata-kata Hemingway mengajak kita untuk merayakan perjalanan penulisan, dengan segala tantangan dan ketidaksempurnaannya. Draft pertama mungkin tidak sempurna, bahkan mungkin terasa mengecewakan. Namun, ini adalah bagian dari proses yang membuat penulisan begitu menarik dan memuaskan. Jadi, mari kita rangkul kata-kata Hemingway dan menulis dengan penuh semangat, mengetahui bahwa di balik setiap draft pertama yang “shit”, ada potensi untuk menciptakan sesuatu yang luar biasa.
Editor: Redaksi
Gambar: Andrea Piacquadio || Pexels
Anda dapat menghubungi redaksi Diandra Creative di sini.

