Di Meja Makan Tanah Leluhur
Rp63.000
Tersedia di backorder
Ahmad Hibban menancapkan panggung pertunjukan di jantung rumah tangga. Di Meja Makan Tanah Leluhur mengolah pergulatan manusia modern—dari idealisme seni yang terhimpit ekonomi (Lengger Tanlengser), perlawanan masyarakat adat (Kutang-Kutang…), hingga pertanggungjawaban koruptor di alam kubur (Ruang Tengah Kubur)—melalui lensa relasi keluarga. Dengan ending terbuka yang memantik imajinasi, kumpulan perdana ini menantang: Bisakah kita menjaga martabat saat seni tak mencukupi kebutuhan? Akankah solidaritas jalanan bertahan di depan tawaran pendidikan? Simak naskah-naskah yang mengukir realitas sosial dari meja makan tanah leluhur.
| ISBN | – |
|---|---|
| Penerbit | Diandra Kreatif |
| Tahun Terbit | 2025 |
| Ukuran | 14,5 x 20,5 cm |
| Kertas | Bookpaper 57 Gram |


MAECENAS IACULIS
Vestibulum curae torquent diam diam commodo parturient penatibus nunc dui adipiscing convallis bulum parturient suspendisse parturient a.Parturient in parturient scelerisque nibh lectus quam a natoque adipiscing a vestibulum hendrerit et pharetra fames nunc natoque dui.
ADIPISCING CONVALLIS BULUM
- Vestibulum penatibus nunc dui adipiscing convallis bulum parturient suspendisse.
- Abitur parturient praesent lectus quam a natoque adipiscing a vestibulum hendre.
- Diam parturient dictumst parturient scelerisque nibh lectus.
Scelerisque adipiscing bibendum sem vestibulum et in a a a purus lectus faucibus lobortis tincidunt purus lectus nisl class eros.Condimentum a et ullamcorper dictumst mus et tristique elementum nam inceptos hac parturient scelerisque vestibulum amet elit ut volutpat.












