Dosen

Apa Itu DOI dan Bagaimana Cara Mendapatkannya?

DOI

Dalam dunia publikasi ilmiah, DOI (Digital Object Identifier) adalah identitas unik yang memastikan akses permanen ke suatu karya digital, seperti artikel jurnal, laporan penelitian, atau buku elektronik. Tanpa DOI, pembaca akan kesulitan melacak sebuah publikasi atau bahkan kehilangan akses jika tautan aslinya berubah. Artikel ini akan menjelaskan apa itu Digital Object Identifier, manfaatnya, dan cara mendapatkannya dengan mudah.

Apa Itu DOI dan Mengapa Penting?

Digital Object Identifier merupakan kode alfanumerik yang membantu pengguna mengidentifikasi dan mengakses dokumen digital dengan mudah. Formatnya biasanya seperti ini: 10.1234/abcdef123

Manfaat utamanya meliputi:
  1. Stabilitas Tautan: DOI tetap bekerja meskipun URL artikel berubah.
  2. Kredibilitas Akademik: Banyak pihak menganggap publikasi yang memiliki DOI lebih tepercaya.
  3. Kemudahan Sitasi: Mempermudah peneliti lain dalam merujuk karya Anda.
  4. Pelacakan Dampak: Memungkinkan analisis metrik kutipan (seperti jumlah unduhan dan sitasi).
Bagaimana Cara Mendapatkan DOI?

Digital Object Identifier tidak dibuat secara mandiri oleh penulis, melainkan diberikan oleh lembaga resmi seperti Crossref, DataCite, atau penerbit jurnal. Berikut cara mendapatkannya:

  1. Menerbitkan di Jurnal yang Terindeks DOI

Sebagian besar jurnal bereputasi—seperti yang terindeks di Scopus, SSCI, atau DOAJ—secara otomatis menetapkan Digital Object Identifier setelah menerima artikel. Pastikan jurnal target Anda memiliki kebijakan DOI sebelum submit.

  1. Menggunakan Layanan Crossref atau DataCite

Jika Anda menerbitkan karya secara mandiri (misalnya di repositori institusi), Anda bisa mendaftarkannya melalui:

  • Crossref (untuk artikel jurnal, buku, dan prosiding).
  • DataCite (untuk dataset, tesis, dan materi non-tradisional).
    Prosesnya melibatkan pembayaran biaya keanggotaan dan registrasi metadata.
  1. Memanfaatkan Platform Preprint

Beberapa server preprint, seperti Zenodo dan ResearchGate menyediakan Digital Object Identifier gratis untuk makalah yang diunggah. Meski bukan pengganti DOI jurnal, ini bisa menjadi solusi sementara.

  1. Meminta Digital Object Identifierke Penerbit atau Institusi

Beberapa universitas dan lembaga penelitian memiliki keanggotaan Crossref/DataCite dan dapat membantu mendaftarkan DOI untuk karya dosen/penelitinya.

Cara Mengecek DOI pada Artikel

Jika Anda ingin memverifikasi Digital Object Identifier suatu publikasi, ikuti langkah-langkah berikut:

  1. Cari di Artikel: Digital Object Identifier biasanya tercantum di halaman pertama (dekat judul atau referensi).
  2. Gunakan Pencarian Crossref.
  3. Cek di Google Scholar dengan mengetik judul + “DOI”.

Digital Object Identifier juga diperlukan untuk pengisian data publikasi di sistem seperti SINTA.

Digital Object Identifier adalah komponen kritis dalam publikasi ilmiah modern. Dengan memiliki Digital Object Identifier, penulis mempermudah akses, sitasi, dan pengakuan global terhadap karya mereka. Pastikan memilih jurnal atau platform yang menyediakan DOI atau daftarkan sendiri melalui lembaga resmi seperti Crossref.

 

 

 

Anda dapat menghubungi redaksi Diandra Creative di sini.

Bisa mengecek artikel lain di sini.

Editor: Redaksi

Gambar: AdinaVoicu dari Pixabay