Beda Self Publishing dan Indie

Ketidaktepatan pemilihan diksi tampaknya memang diawali oleh kesalahan dalam memaknai diksi tersebut. Seperti kesalahan dalam menggunakan kata acuh dan tak acuh, begitu pun dengan self publishing dan indie. Untuk itulah artikel ini kami tulis untuk agar supaya dengan demikian memudahkan Sahabat memahami beda self publishing dan indie dalam dunia penerbitan buku.

 

Secara garis besar, beda self publishing dan indie dapat dilihat dari tiga aspek di bawah ini:

  1. Kata pembentuknya
    Dari kata pembentuknya, kita bisa melihat bahwa kedua jalur ini (self publishing dan indie) memiliki asal kata yang berbeda. Self publishing merujuk pada proses penerbitan yang menekankan “self/ke-aku-an” sebagai titik tolaknya. Dengan demikian, segala proses penerbitan melalui jalur ini dilakukan oleh penulis sendiri, dari penyuntingan naskah, layout, sampul buku, dan seterusnya.

    Sementara itu, jalur indie dilakukan melalui penerbit indie. Penerbit indie adalah jasa penerbitan dengan proses seleksi naskah yang lebih mudah atau tidak berbelit-belit seperti penerbit mayor. Berbagai jasa layanan pun disediakan untuk menunjang penerbitan naskah Sahabat, seperti pendaftaran ISBN, jasa edit, proof, hingga desain sampul maupun layout buku.

  2. Cara menerbitkan buku
    Dalam self publishing, penulis dapat mencetak berapa pun buku yang ia mau karena penulis sendiri yang akan mendatangi percetakan untuk mencetak bukunya. Sementara itu, di jalur indie penerbit indielah yang akan mengurus percetakan dengan jumlah eksemplar disesuaikan dengan modal milik penulis.

    Meskipun bermuara sama, yaitu “dompet” penulis, tetapi ada perbedaan pada mekanismenya. Self publishing menuntut penulis untuk mencari sendiri percetakannya, sedangkan melalui jalur indie penulis menyerahkan teknisnya pada penerbit.

  3. Sistem distribusi
    Dalam jalur self publishing, penulis harus bisa memasarkan bukunya sendiri. Untuk itu, terkadang penulis membuka pre order agar ia dapat cetak sesuai dengan pesanan.

    Berbeda dengan self publishing, melalui jalur indie, penulis biasanya akan ditawarkan oleh penerbit untuk mendistribusikan dan menjual karyanya melalui jaringan penerbit.

Nah, itulah beda self publishing dan indie. Dengan mengetahui perbedaannya, Sahabat bisa mempertimbangkan untuk menggunakan jalur penerbitan yang mana.

Bagi Sahabat penulis pemula dan baru menulis buku, tidak ada salahnya mempertimbangkan kedua jalur ini. Meskipun jalur penerbitan melalui penerbit mayor adalah cita-cita yang perlu dipertahankan, tetapi mencari alternatif lainnya bisa menjadi jalan yang baik untuk memperkenalkan karyamu pada masyarakat luas. Kedua jalur ini juga bisa menjadi jalan untuk mengangkat namamu ke penerbit mayor. (Redaksi)

 

***

Ingin menerbitkan naskahmu? Yuks tengok paket penerbitan Diandra di https://diandracreative.com/terbitkan-bukumu/ atau download booklet kami di: https://drive.google.com/file/d/1aRtjRuGZKrrYi9gxp-AddMmPsZHkCSp2/view?usp=sharing

Bisa juga langsung kontak kami di nomor WA: 0815-4814-3787

 

Sumber gambar: https://pixabay.com/id/photos/ebook-tablet-layar-sentuh-baca-3106983/

 

 

Sumber Gambar: https://pixabay.com/id/photos/rak-buku-terpencil-3981515/