
Blog
Buruknya Plagiarisme

Kata plagiarisme sudah tidak asing di telinga banyak orang. Bukan hanya penulis dan content creator, para kalangan akademisi (dari pelajar, mahasiswa, hingga pengajar) juga sudah sering mendengar istilah ini. Plagiarisme pada dasarnya bukanlah sebuah tindakan yang bisa dibenarkan. Banyak dampak buruk dari tindakan plagiat.
Apa Itu Plagiarisme?
Orang dapat mengartikan plagiarisme sebagai tindakan yang sengaja dilakukan untuk memperoleh, menjiplak, atau meniru karya orang lain tanpa memberikan kredit pada pemilik asli karya tersebut. Pada dasarnya, tindakan ini dilakukan untuk mendapatkan kemudahan dan kepraktisan dalam membuat sebuah karya. Sebenarnya, mengambil atau menyalin karya orang lain diperbolehkan. Hanya saja ada aturan yang harus dilakukan agar terhindar dari tindak plagiarisme, yaitu meminta izin dan mencantumkan kredit atau sumber di dalam karya.
Dampak Buruk Plagiarisme
Dari pengertian di atas, dapat diartikan bahwa plagiarisme adalah tindakan yang tidak bisa dibenarkan dan akan memberikan dampak buruk. Lalu apa saja dampak buruk dari plagiarisme?
- Hilangnya rasa percaya diri
Sama halnya dengan tindak menyontek saat ujian di ruang kelas, meniru atau menjiplak sebuah karya akan menurunkan rasa kepercayaan diri seseorang. Tindakan ini akan membuat seseorang merasa tidak merasa percaya atau puas dengan karyanya sendiri, ragu dengan karyanya sendiri, dan bergantung pada karya orang lain.
- Hancurnya reputasi
Reputasi seseorang akan hancur saat tindak plagiatnya diketahui orang lain. Pada dasarnya, semua orang sepakat bahwa mengambil karya orang lain untuk diakui sebagai karya pribadi adalah tindakan egois yang merugikan orang lain.
- Ancaman hukuman pidana
Tindak plagiarisme bisa saja melanggar hak cipta. Karena itu, ancaman hukuman, baik berupa denda maupun penjara, menjadi bahaya utama dari tindakan plagiarisme. Hal ini disebabkan adanya undang-undang yang mengatur perlindungan hak cipta.
- Kreativitas yang terhambat
Terlalu sering meniru atau menjiplak akan membuat seseorang enggan untuk berpikir kreatif dan memilih untuk terus menjiplak karena telah merasa nyaman dengan apa yang dilakukannya.
- Menumbuhkan sifat pemalas
Terlalu nyaman melakukan tindak plagiarisme akan membuat seseorang malas berpikir, malas membuat karya orisinal, serta lebih memilih cara mudah dan cepat dengan menjiplak karya orang lain.
- Tidak ada kesempatan untuk belajar
Menjadi seorang penulis atau content creatormemerlukan proses yang tidak sebentar dan tidak mudah. Jika hanya mengandalkan meniru atau menjiplak karya orang lain, seseorang tidak akan bisa belajar proses untuk menciptakan sebuah karya dan ide-ide yang lainnya.
Setelah mengetahui apa saja dampak buruk dari plagiarisme, mulai sekarang cobalah untuk membuat karya orisinal berdasarkan kemampuan sendiri. Belajarlah mencintai diri sendiri dan jangan malas untuk selalu belajar.
***

