Dosen

Cara Menerbitkan Jurnal Penelitian untuk Dosen Agar Tidak Masuk dalam Jurnal Predator

Menerbitkan jurnal ilmiah merupakan salah satu kewajiban penting bagi dosen untuk memenuhi syarat Beban Kerja Dosen (BKD) dan Tridarma Perguruan Tinggi, terutama dalam bidang penelitian. Namun, dalam proses menerbitkan jurnal, dosen harus berhati-hati agar tidak terjebak dalam jurnal predator, yaitu jurnal dengan praktik yang tidak etis seperti biaya publikasi tinggi tanpa proses review yang layak. Berikut ini adalah langkah-langkah dan tips untuk memastikan jurnal penelitian diterbitkan di jurnal berkualitas dan terhindar dari jurnal predator.

  1. Memahami Apa Itu Jurnal Predator

Jurnal predator adalah jurnal yang sering kali memanfaatkan kebutuhan peneliti untuk menerbitkan karya ilmiahnya. Mereka biasanya:

  • Menawarkan penerbitan cepat dengan biaya tinggi.
  • Tidak melakukan proses peer review yang memadai atau malah tidak melakukan peer review sama sekali.
  • Tidak memiliki reputasi atau pengindeksan di database jurnal ternama seperti Scopus atau Web of Science.

Jurnal predator merugikan peneliti karena karya yang diterbitkan di sana tidak diakui oleh komunitas akademik yang bereputasi. Oleh karena itu, dosen perlu mengenali dan menghindarinya.

  1. Pilih Jurnal yang Terindeks Reputasi Tinggi

Salah satu cara terbaik untuk menghindari jurnal predator adalah dengan memilih jurnal yang telah terindeks di Scopus, Web of Science, atau Directory of Open Access Journals (DOAJ). Jurnal-jurnal ini sudah menjalani proses seleksi ketat dan memiliki reputasi yang baik.

Untuk memeriksa apakah jurnal terindeks di Scopus atau Web of Science, dosen bisa mengunjungi situs resmi platform tersebut dan mencari nama jurnal yang dituju.

  1. Cek Reputasi dan Kredibilitas Penerbit

Sebelum mengirimkan naskah, pastikan penerbit jurnal memiliki reputasi yang baik. Beberapa hal yang bisa diperiksa adalah:

  • Apakah penerbit memiliki alamat fisik dan kontak yang valid?
  • Apakah penerbit memiliki portofolio jurnal lain yang kredibel?
  • Apakah jurnal tersebut terbit secara konsisten dan sesuai jadwal?

Penerbit ternama seperti Elsevier, Springer, Wiley, dan Taylor & Francis dikenal karena menjalankan jurnal dengan standar tinggi.

  1. Periksa Proses Peer Review

Jurnal berkualitas selalu memiliki proses peer review yang ketat dan transparan. Peer review adalah proses ketika naskah penelitian dievaluasi oleh pakar di bidang yang sama sebelum diterbitkan. Tanda-tanda jurnal predator adalah:

  • Tidak memberikan informasi yang jelas tentang proses peer review.
  • Menjanjikan publikasi cepat tanpa review yang memadai (kurang dari dua minggu).
  • Tidak mengizinkan penulis untuk memilih atau mencadangkan reviewer dari bidang yang relevan.

Sebelum mengirimkan naskah, periksa apakah jurnal tersebut menjelaskan proses peer review secara terbuka.

  1. Hati-Hati dengan Biaya Publikasi yang Tidak Masuk Akal

Jurnal predator sering kali mengenakan biaya publikasi yang tinggi tanpa proses review yang sesuai. Sementara itu, beberapa jurnal berkualitas memang memungut biaya publikasi untuk jurnal akses terbuka (open access), tetapi harganya biasanya wajar dan transparan.

  • Jurnal predator sering kali mengenakan biaya hanya untuk “pengolahan” atau “penyimpanan”, tetapi tidak memberikan perincian tentang bagaimana biaya tersebut digunakan.
  • Pastikan untuk membaca ketentuan publikasi jurnal dan membandingkan biaya dengan jurnal serupa yang sudah diakui.
  1. Periksa Indeksasi dan Sumber Referensi

Jurnal berkualitas akan terindeks dalam database ilmiah terkemuka seperti Scopus, Web of Science, atau DOAJ. Berikut beberapa cara memeriksa indeksasi jurnal:

  • Cek apakah jurnal terindeks di Scopus atau Web of Science melalui situs resmi mereka.
  • Jurnal yang kredibel biasanya juga terdaftar di Google Scholar, PubMed, atau database akademik lainnya.

Selain itu, perhatikan kualitas artikel yang sudah diterbitkan oleh jurnal tersebut. Jika artikel-artikel yang diterbitkan memiliki kualitas yang rendah, mencurigakan, atau tidak relevan, itu bisa menjadi indikasi bahwa jurnal tersebut tidak berkualitas.

  1. Periksa Anggota Editorial dan Reviewer

Jurnal yang bereputasi akan memiliki dewan editorial yang terdiri dari para ahli yang kredibel di bidangnya. Pastikan untuk:

  • Memeriksa latar belakang akademik dan afiliasi para anggota editorial.
  • Lihat apakah nama-nama tersebut diakui di komunitas akademik.

Jika anggota editorial jurnal sulit ditemukan atau tidak memiliki profil akademik yang jelas, hal ini bisa menjadi tanda peringatan bahwa jurnal tersebut mungkin predator.

  1. Gunakan Tools untuk Memeriksa Kualitas Jurnal

Terdapat beberapa tools yang bisa digunakan untuk memeriksa apakah sebuah jurnal termasuk dalam kategori predator atau tidak. Beberapa di antaranya adalah:

  • Beall’s List: Daftar ini memuat jurnal dan penerbit yang dianggap predator. Walaupun tidak lagi diperbarui secara resmi, masih bisa menjadi referensi awal.
  • Think. Check. Submit.: Ini adalah panduan bagi peneliti untuk membantu mereka memilih jurnal yang kredibel.

Selain itu, SINTA (Science and Technology Index) dari Kemdikbudristek juga dapat dijadikan referensi untuk mengecek jurnal yang diakui di Indonesia.

  1. Bertanya pada Rekan Sejawat

Dosen senior atau rekan yang telah berpengalaman dalam menerbitkan karya ilmiah bisa menjadi sumber informasi yang berharga. Diskusi dengan kolega yang telah menerbitkan di jurnal internasional dapat membantu menghindari jurnal predator dan memberikan rekomendasi jurnal yang sesuai dengan bidang penelitian Anda.

Untuk memastikan bahwa jurnal penelitian diterbitkan di tempat yang bereputasi dan terhindar dari jurnal predator, penting untuk memeriksa reputasi jurnal, proses review, biaya, serta indeksasi jurnal tersebut. Langkah-langkah seperti memilih jurnal yang terindeks di database ternama, mengecek reputasi penerbit, dan memanfaatkan alat pengecekan jurnal predator adalah kunci untuk menjaga kualitas karya ilmiah dan reputasi akademik dosen.

 

 

Editor: Redaksi

Gambar: Andrea Piacquadio || Pexels

Anda dapat menghubungi redaksi Diandra Creative di sini.