
Blog
Jangan Salah Lagi: 10 Kata Baku yang Wajib Anda Tahu di Era Medsos

Sebagai pengguna media sosial yang aktif, kita sering menulis status, komentar, atau pesan. Saking cepatnya, kadang kita tidak sadar jika kita menggunakan kata-kata yang tidak baku. Kata-kata yang tidak baku ini terkadang terasa lebih familiar dan lebih sering kita lihat, hingga akhirnya kita menganggapnya benar. Padahal, penggunaan kata baku sangat penting; ia mencerminkan profesionalitas dan kredibilitas kita. Jadi, mari kita perbaiki kebiasaan ini. Berikut adalah sepuluh kata baku yang sering keliru kita gunakan beserta penjelasannya.
-
Napas vs. Nafas
Kita sering melihat kata “nafas” bertebaran mana-mana. Namun, yang benar menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah napas. Kata ini mengacu pada udara yang kita hirup dan hembuskan. Jadi, mulai sekarang, gunakan kata “napas” saat menulis.
-
Risiko vs. Resiko
Istilah ini sangat populer dalam dunia bisnis dan investasi. Banyak orang menulis “resiko”. Tapi, kata baku yang tepat adalah risiko. Oleh karena itu, jika Anda ingin terlihat profesional dan terpercaya, selalu gunakan kata “risiko” tulisan Anda.
-
Aktivitas vs. Aktifitas
Kita sering menyebut “aktifitas” untuk mengacu pada kegiatan. Faktanya, aktivitas adalah bentuk baku yang berasal dari kata dasar “aktif”. Oleh karena itu, pastikan Anda menggunakan kata “aktivitas” saat Anda menulis.
-
Zaman vs. Jaman
Kata ini sudah sangat umum, namun seringkali salah. Yang benar adalah zaman. Jadi, jika Anda ingin membicarakan tentang era atau periode waktu, gunakan kata “zaman”, bukan “jaman”.
-
Izin vs. Ijin
Saat ingin meminta perizinan, kita sering menulis “ijin”. Namun, kata baku yang benar adalah izin. Penggunaan kata “izin” juga berlaku untuk turunannya, misalnya perizinan, bukan perijinan.
-
Cendekiawan vs. Cendikiawan
Sebagian orang menulis “cendikiawan” untuk merujuk pada seseorang yang cerdas dan berilmu. Namun, yang benar dan sesuai KBBI adalah cendekiawan. Kata “cendekia” memang ada, namun bentuk baku untuk merujuk orangnya adalah “cendekiawan”.
-
Sanksi vs. Sangsi
Dua kata ini punya arti yang sama sekali berbeda! Sanksi berarti hukuman atau konsekuensi, sementara sangsi berarti ragu-ragu. Jadi, jangan sampai salah pakai; Anda tidak ingin menulis “Saya sangsi kalau Anda melanggar aturan,” saat maksud Anda sebenarnya adalah “Saya sanksi kalau Anda melanggar aturan.”
-
Nasihat vs. Nasehat
Saat memberi petunjuk atau arahan, kita sering menulis “nasehat”. Kata baku yang seharusnya Anda gunakan adalah nasihat. Perbedaan satu huruf saja sudah cukup untuk mengubah sebuah kata menjadi tidak baku.
-
Miliar vs. Milyar
Saat kita membicarakan angka yang sangat besar, kita sering menuliskannya sebagai “milyar”. Namun, yang benar dan baku adalah miliar. Ini adalah kata yang penting dalam konteks finansial, jadi pastikan Anda tidak salah lagi.
-
Batalion vs. Batalyon
Istilah militer ini sering kita dengar dan lihat dalam film atau berita. Sebagian orang menulis “batalyon”. Kata baku yang benar adalah batalion.
Menguasai kata-kata baku adalah langkah kecil yang sangat berarti. Ini akan meningkatkan kredibilitas Anda dan membuat tulisan Anda terlihat lebih profesional. Oleh karena itu, mari kita jadikan kebiasaan untuk selalu memeriksa ulang tulisan kita sebelum mengunggahnya.
—-
Penulis: artikel ini merupakan hasil pengolahan AI
Editor: Redaksi
Gambar oleh Christina Morillo dari Pexels
Anda dapat menghubungi redaksi Diandra Creative di sini.
Bisa mengecek artikel lain di sini.

