Memilih Nama Tokoh Cerita

Nama tokoh dalam sebuah novel atau cerpen, turut memengaruhi jalannya pembacaan cerita. Oleh karena itu, selain membuat jalan cerita yang menarik, nama tokoh cerita pun perlu diperhatikan. Tidak berhenti pada nama yang unik, lebih dari itu, nama yang dipilih tidak boleh melewatkan dua unsur ini: keren dan mudah diingat–agar tidak menjadi si Anu: “Eh, itu lo si Anu yang nangis karena digigit semut kemarin.”

Nah, bagaimana cara memilih nama tokoh cerita? Yuk, simak bersama 5 tips memilih nama tokoh cerita berikut ini.

1. Lakukan Riset di Lingkungan Sekitar

Banyak nama yang bisa ditemukan di tempat-tempat tak terduga. Misalnya, ketika sedang berbelanja, berjalan-jalan santai, bersepeda, atau saat sedang berlibur. Pilihan kata untuk nama dapat ditemukan dengan mendengarkan orang-orang berbicara atau melihat tulisan-tulisan yang ada di sekitar lingkungan.

Selain itu, inspirasi juga dapat ditemukan di media sosial (di sini, mari terapkan semangat meng-kepo-in media sosial mantannya calon pacar, eh).  Nama akun/username, postingan, ataupun komentar yang ada di media sosial bisa menjadi sumber ide untuk membuat nama tokoh ceritamu.

2. Menyusun Kata Acak

Memilih nama tokoh juga dapat dilakukan dengan cara menyusun beberapa kata yang sudah dikumpulkan sebelumnya secara acak. Namun, jika belum menemukan kecocokan susunan kata tersebut, cobalah untuk menciptakan sesuatu yang benar-benar baru. Menciptakan sesuatu yang baru bisa dilakukan dengan mengetik huruf secara acak, mencoba variasi ejaan, membuat anagram, atau dengan mencampurkan nama yang sering didengar.

3. Membuat Nama yang Mudah Diucapkan dan Dipenggal

Pikirkan kemudahan pengucapan atau pelafalan nama. Nama yang mudah untuk diucapkan tentu akan mudah diingat oleh pembaca. Karena itu, usahakan nama yang dibuat tidak menyulitkan dan mengganggu konsentrasi pembaca.

Selain itu, pikirkan juga pemenggalan kata sebagai bentuk panggilan. Misalnya, kata “Martin” bisa dipenggal menjadi “Mar” atau “Tin”. Biasanya penyebutan nama semacam itu membuat percakapan menjadi lebih mengalir.

4. Sesuaikan dengan Sifat Tokoh

Dalam pemilihan nama sebaiknya diperhatikan pula karakter atau sifat tokoh yang ingin dimunculkan. Misalnya, tokoh yang bersifat lembut dapat diberi nama yang mencerminkan sifat tersebut. Pikirkan bagaimana nama tersebut dapat menguatkan kepribadian atau sifat tokoh pada cerita atau novel.

5. Sesuaikan dengan Latar Belakang Cerita

Terakhir, penamaan tokoh hendaknya memperhatikan latar belakang cerita. Artinya nama tokoh dapat disesuaikan dengan latar tempat seperti negara atau daerah asalnya. Misalnya, tokoh tersebut berasal dari daerah Jawa, maka dapat diberikan nama sesuai daerah atau bahasa yang digunakan. Dalam menyesuaikan nama dengan memperhatikan latar belakang cerita dapat diberikan sedikit modifikasi kata, agar nama tokoh terlihat unik.

Nah, itu 5 tips memilih nama tokoh cerita. Pastikan kalian memilih nama tokoh yang bermakna atau memiliki arti yang dalam, mudah diingat, dan berkesan di hati pembaca.

***

Kamu bisa menghubungi kami di WA: 0815 4814 3787 jika ingin menerbitkan naskah. Untuk mencari inspirasi mengenai premis cerita, kami bisa baca di: https://diandracreative.com/premis-kunci-cerita-keren-dari-hal-yang-sederhana/

 

Ditulis oleh: Fauzia Rosdiana Suryanti

Editor: Redaksi

Sumber gambar: https://pixabay.com/vectors/pixel-cells-pixel-presentation-3704067/