Premis, Kunci Cerita Keren dari Hal yang Sederhana  

Yuks kenali si premis, kunci cerita keren dari hal yang sederhana.

Apa sih premis itu? Kenapa banyak penerbit yang memberikan syarat premis cerita ketika mengirim naskah? Seberapa penting premis untuk keberlanjutan sebuah cerita?

 

Mari kita bahas satu per satu.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), premis adalah sesuatu yang dianggap benar sebagai landasan kesimpulan; dasar pemikiran; alasan. Premis merupakan inti atom dalam sebuah cerita. Jika dianalogikan dengan sebuah gedung, premis merupakan fondasi dasar. Seberapa besar dan tingginya gedung tersebut, bermula dari fondasi yang kuat. Begitu pula dengan sebuah cerita. Berapa banyak lembar yang dikisahkan, bermula dan didasari oleh sebuah premis. Mudahnya, premis adalah dasar dari seluruh kejadian yang dialami oleh tokoh utama atau biasa dikenal dengan protagonis.

Kalau begitu, sama saja dengan sinopsis dong?

Tentu berbeda.

Premis berupa satu kalimat sederhana yang berfokus pada tokoh utama. Sedangkan sinopsis berupa ringkasan cerita yang ditulis secara kronologis atau berurutan dari awal hingga akhir.

Penulisan premis bertujuan sebagai panduan dasar penulis agar cerita tidak melebar dan tetap pada alur yang tepat. Selain itu, premis memudahkan penerbit mengetahui pokok bahasan di dalam cerita kamu.

Nah, di sinilah pentingnya sebuah premis.

Keunikan cerita akan terlihat dari premis yang dibuat. Bagi penerbit, tentu premis sangat membantu penyeleksian naskah yang masuk. Hal ini dikarenakan dalam satu kalimat premis, terdapat ide penulis sekaligus penggambaran cerita. Ide yang unik tentu akan menjadi pertimbangan penerbit,kan?

Sedangkan bagi penulis sendiri, premis dapat menjadi pegangan saat menulis agar kisah yang disajikan tetap fokus. Premis juga dapat memberikan sense of purpose untuk semua kejadian dan tindakan tokoh.

Lalu, bagaimana cara membuat premis yang menarik?

 

Ada empat unsur penting dalam premis: tokoh, halangan atau konflik, tujuan, dan penyelesaian atau resolusi.

  1. Tokoh: tokoh utama atau protagonis, karakter, dan pendorong cerita. Tidak perlu terlalu detail.
  2. Konflik: dalam sebuah novel, hanya ada satu konflik utama yang ditambah dengan konflik-konflik pendukung. Konflik yang menjadi dasar harus kuat.
  3. Tujuan: sesuatu yang ingin dicapai oleh tokoh.
  4. Resolusi: akhir cerita yang logis. Apakah protagonis mencapai tujuannya atau justru sebaliknya?

Dari keempat unsur utama tersebut, dapat dibentuk sebuah rumus untuk mempermudah pembuatan premis, yaitu: Karakter (karakterisasi dan kejadian awal pendorong cerita) ingin (tujuan) tetapi (halangan) sehingga akhirnya (resolusi)

Untuk memudahkan pemahamanmu, berikut ini contoh premis novel Laskar Pelangi

Anak Belitung (yang miskin dan sulit bersekolah) ingin (mendapatkan pendidikan layak) tetapi (sekolah satu-satunya terancam ditutup) sehingga akhirnya (berjuang untuk mempertahankan sekolahnya).

 

Bagaimana, mudah, kan?

Oya, kamu perlu ingat bahwa premis yang baik adalah premis yang memiliki potensi pengembangan plot dengan konflik kuat dan resolusi logis.

Mulai sekarang, buat premis sebelum menulis cerita, yuk!

 

Baca juga artikel menarik kami tentang prolog dan epilog di: https://diandracreative.com/tips-membuat-prolog-dan-epilog-cerita/

 

***

Ditulis oleh: Faiza Ardhine Latifa

Editor: Redaksi

Sumber gambar: https://pixabay.com/id/photos/buku-kacamata-penulis-pendidikan-2791117/

 

***

Kamu juga bisa menghubungi kami di WA: 0815 4814 3787 jika ingin menerbitkan naskahmu. Cek jenis penerbitan kami di https://diandracreative.com/terbitkan-bukumu/