Di Jogja, saat kita bertanya arah, jangan berharap jawaban kanan atau kiri. Bersiaplah mendapat petunjuk yang lebih puitis, arah
mata angin.
Dengan Merapi sebagai penanda utara, melekat sedemikian rupa sehingga penyebutan arah mata angin menjadi identitas dan
kebanggaan yang mengalir dalam percakapan sehari-hari, bukan sekedar navigasi.
Hal ini juga tercermin dalam Sumbu Filosofi, sejarah kuno Jogja yang tak lepas dari konsep empat penjuru.
Melalui buku ini, kami mengajak Anda melihat Jogja bukan dari mata turis, melainkan dari mata warganya. Judul bab mengikuti
empat arah mata angin, mengabadikan kisah dan wajah yang membentuk setiap sudut.
Namun, karena Jogja adalah kesatuan, kami juga menyediakan ruang tanpa kompas, Ruang Bebrayan, tempat semua arah
melebur, menggambarkannya secara utuh, seolah masa lalu, kini, dan masa depan bertemu dalam satu identitas, JOGJA.
| ISBN | sedang proses |
|---|---|
| Penerbit | Diandra Kreatif |
| Tahun Terbit | 2026 |
| Ukuran | 29 x 21 |
| Kertas | Mattepaper 120 |


MAECENAS IACULIS
Vestibulum curae torquent diam diam commodo parturient penatibus nunc dui adipiscing convallis bulum parturient suspendisse parturient a.Parturient in parturient scelerisque nibh lectus quam a natoque adipiscing a vestibulum hendrerit et pharetra fames nunc natoque dui.
ADIPISCING CONVALLIS BULUM
- Vestibulum penatibus nunc dui adipiscing convallis bulum parturient suspendisse.
- Abitur parturient praesent lectus quam a natoque adipiscing a vestibulum hendre.
- Diam parturient dictumst parturient scelerisque nibh lectus.
Scelerisque adipiscing bibendum sem vestibulum et in a a a purus lectus faucibus lobortis tincidunt purus lectus nisl class eros.Condimentum a et ullamcorper dictumst mus et tristique elementum nam inceptos hac parturient scelerisque vestibulum amet elit ut volutpat.












