PENGHENTIAN PENUNTUTAN: Berdasarkan Keadilan Restoratif Kejaksaan Republik Indonesia
Rp65.000
Buku ini mengkaji pentingnya mengatur penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif dalam pembaruan Undang-Undang Kejaksaan di Indonesia. Seiring pendekatan retributif yang selama ini digunakan dalam sistem peradilan pidana, penulis menyoroti kurangnya efektivitas dalam memenuhi hak korban, pelaku, dan pihak terkait. Walaupun telah ada Peraturan Jaksa Nomor 15 Tahun 2020 tentang Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif.
Namun belum diatur secara hierarkis dalam undang-undang. Kajian ini mengajukan pertanyaan tentang urgensi pengaturan ini dalam pembaruan undang-undang kejaksaan dan kebijakan formulasi di masa depan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengaturan ini perlu diperbarui untuk memastikan kepastian hukum dan kemanfaatan dengan melibatkan aspek internal kejaksaan, hierarki peraturan, serta manfaat seperti mengurangi over capacity rumah tahanan dan beban anggaran negara.
| ISBN | sedang proses |
|---|---|
| Penerbit | Diandra Kreatif |
| Penulis | Dr. Khoirul Anam, S.Sy., S.H., M.H.I. |
| Ukuran | 15,5 x 23 cm |
| Jumlah Halaman | 120 Halaman |
| Kertas | Bookpaper 57 Gram |
| Tahun Terbit | Mei 2024 |


MAECENAS IACULIS
Vestibulum curae torquent diam diam commodo parturient penatibus nunc dui adipiscing convallis bulum parturient suspendisse parturient a.Parturient in parturient scelerisque nibh lectus quam a natoque adipiscing a vestibulum hendrerit et pharetra fames nunc natoque dui.
ADIPISCING CONVALLIS BULUM
- Vestibulum penatibus nunc dui adipiscing convallis bulum parturient suspendisse.
- Abitur parturient praesent lectus quam a natoque adipiscing a vestibulum hendre.
- Diam parturient dictumst parturient scelerisque nibh lectus.
Scelerisque adipiscing bibendum sem vestibulum et in a a a purus lectus faucibus lobortis tincidunt purus lectus nisl class eros.Condimentum a et ullamcorper dictumst mus et tristique elementum nam inceptos hac parturient scelerisque vestibulum amet elit ut volutpat.












