Segurat Wajah Tanah Anbiya

Rp35.000,00

Tanah suci Palestina tak pernah lekang dari gejolak. Masjid Al-Aqsha yang lebih dari sepekan dikuasai tentara Zionis tentu membawa kekhawatiran dan kecaman tanpa batas dari umat Islam di seluruh dunia. Pun berita-berita sebelumnya yang masyhur dan acapkali tersiar tak henti-henti mempertontonkan kekerasan oleh Bangsa Yahudi terhadap Bangsa Palestina. Bagaimana bisa umat Islam terutama di Indonesia akan diam melihat kebiadaban-kebiadaban yang menjadi topik pemberitaan itu. Bagaimana mungkin santri-santri di Pesantren tak acuh seolah tak terjadi apa-apa dengan saudara-saudara mereka di Gaza, Tepi Barat, dan seluruh Penjuru Negara Palestina yang sebagian besar kini dijajah Bangsa Israel.

Deskripsi

Sikap peduli ini ditunjukkan dengan menulis kemarahan dan harapan lewat baris-baris puisi. Antologi puisi ini telah jadi senjata alternatif untuk membendung kezaliman Zionis serta membangkitkan semangat perjuangan umat Islam di seluruh dunia. Umat Islam di mana pun ia berada mengenal konsep kal jasadil wahid, bagai satu tubuh. Kala saudaranya sakit, maka ia akan merasakan pedihnya sakit itu.
Segurat Wajah Tanah Anbiya ditulis oleh para penyair belia yang sedang berjihad dengan cara mencari ilmu di Pesantren. Satu orang mengabadikan satu puisi, sehingga terkumpul 59 puisi otentik yang bisa dikaji, dikritisi, bahkan diapresiasi. Uniknya, antologi ini disisipi ilustrasi hasil karya sebagian penulis yang hobi menggambar. Jangan membaca buku ini jika Anda tak peduli dengan nasib bangsa Palestina!

Spesifikasi

Berat 500 g
Penulis

Penerbit

Genre

Ukuran

Kertas

Jumlah Halaman

BW 108 Halaman

Versi Ebook

https://play.google.com/store/books/details/Angkatan_12_Segurat_Wajah_Tanah_Anbiya?id=0OMyDwAAQBAJ

Tanggal Terbit

Agustus 2017

ISBN