Tiada Jalan Bertabur Bunga: Memoar Pulau Buru dalam Sketsa (edisi tahun 2017)

Sale!

Rp65.000,00 Rp52.000,00

“Dalam sejarah Indonesia, Pulau Buru tahun 1969–1979 bukan hanya sebuah lokasi terjadinya kerja paksa, hinaan, siksaan, dan kematian yang dipaksakan oleh anak-anak bangsa terhadap sesama anak bangsa. Ia juga tempat jiwa-jiwa sekuat baja digembleng untuk mampu bertahan hidup di tengah kerja paksa, hinaan, siksaan dan kematian yang dipaksakan itu. Goresan-goresan sketsa Pak Greg dalam buku ini, berikut catatan-catatan yang mengiringinya, ialah saksinya. Mencermati serpihan kisah-kisah menarik dan personal yang terungkap dalam buku ini, kita tidak hanya diajak untuk “berziarah” ke pulau penuh kenangan duka itu. Kita juga dipanggil untuk bersama-sama bertanya: sejauh kita belum berani meratapi dan merefleksikan masa lalu kelam kita, layakkah kita melangkah dan menatap masa depan dengan mata berbinar penuh harapan?” Baskara T. Wardaya S.J., sejarawan, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.

Deskripsi

“Jenderal Besar Soeharto meniru setepat-tepatnya metode penjinakkan Orde Kolonial terhadap “pembangkang” atau kaum yang dijadikan tumbal dari sebuah persekongkolan mahajahat. Seperti Digul yang diciptakan untuk “pembangkang ‘26”, Buru dibikin untuk menyapu sisa-sisa Genosida ‘65 bagi orang Komunis atau terkoneksi dengan kultur progresif komunis atau pendukung garis keras Sukarno. Sebagaimana pemusnahan perlahan-lahan ala kolonial Digul itu, Buru sukses melemahkan sisa kiri, tapi tak bisa merampas kehidupan dari pemanggulnya. Mereka melawan pembinasaan dengan cara-cara paling dasar: menulis, bercerita, bikin drama, dan menggambar. Pram memilih menulis untuk mempertahankan kewarasan, sementara yang lain dengan cara menyanyi, bikin tonil, dan menggambar. Kombinasi tiga hal itulah yang dipilih Gregorius Soeharsojo Goenito menjadi papilon dalam kamp kerja paksa “binaan” Jenderal Besar. Dengan nyanyian ia tawar kesepian yang merampas kewarasan; dengan tonil ia tapis keterpisahan yang panjang dari kolektivisme; dan dengan gambar/sketsa ia gubah kesakitan menjadi kesaksian atas sebuah orde yang berdiri di atas pemusnahan massal. Ini buku penting yang memberitahu binatangisme manusia atas manusia yang berlangsung dalam kereta sejarah Indonesia modern.” Muhidin M. Dahlan, penulis dan peneliti Warung Arsip dan Radio Buku.

Spesifikasi

Berat 300 g
Penulis

Penerbit

Genre

Ukuran

Jumlah Halaman

xviii+248 hal

Tahun Terbit

Agustus 2016

ISBN

978-602-0857-11-4