Tips Membuat Prolog dan Epilog Cerita

Kalian pasti sudah tidak asing mendengar kata prolog dan epilog. Prolog dan epilog biasanya sering kita jumpai pada cerita atau novel bahkan naskah drama. Nah, bagaimana tips membuat prolog dan epilog cerita? Yuk, kita baca bersama.

 

Prolog

Prolog merupakan pengantar naskah dan terletak pada awal cerita yang bertujuan memancing rasa penasaran pembaca. Umumnya sebuah prolog berisi perkenalan tokoh-tokoh dan konflik-konflik.

Prolog tidak diwajibkan ada pada sebuah cerita atau novel. Selagi si penulis dapat menyajikan bab awalan cerita yang menarik maka prolog tidak terlalu dibutuhkan. Sebagian penulis bahkan menganggap bahwa kehadiran prolog tidak penting dan hanya bertele-tele saja. Namun, sebagian penulis yang lain menganggap bahwa kehadiran prolog tetap penting untuk menimbulkan rasa penasaran pembaca.

Nah, untuk kamu yang ingin mencoba menghadirkan prolog dalam naskah ceritamu, berikut ini kami berikan hal-hal yang perlu diperhatikan untuk membuat prolog yang menarik:

  1. Pahami betul isi cerita yang telah ditulis. Sesuaikan cerita dengan jenis prolog yang ingin disajikan, arahkan pembaca untuk memahami isi cerita melalui prolog tersebut.
  2. Pilihlah karakter yang menonjol. Tokoh yang diceritakan pada prolog tidak harus tokoh utama, kalian bisa memilih salah satu atau beberapa tokoh yang dirasa cukup penting dalam cerita.
  3. Saringlah konflik-konflik yang menarik. Perhatikan konflik yang paling menonjol dan berat, lalu rangkailah kalimat yang menarik agar pembaca semakin penasaran dengan alur ceritanya.
  4. Masukan kisah latar cerita. Ceritakan sekilas latar tempat, waktu, dan suasana yang terdapat pada cerita.
  5. Buatlah prolog seringkas mungkin. Tuliskan inti cerita naskah sesingkat mungkin agar pembaca tidak merasa bosan saat memahami alurnya.

 

Epilog

Epilog merupakan bagian akhir atau penutup yang biasanya berisi kesimpulan dan amanat cerita. Keberadaan epilog bertujuan mengajak para pembaca untuk menangkap sebuah hikmah di balik cerita yang telah disajikan. Selain hikmah, umumnya epilog juga dapat berisi sekuel permasalahan yang tidak sempat dituntaskan di dalam suatu cerita.

Seperti halnya prolog, kehadiran epilog dalam cerita tidaklah wajib. Prolog boleh ditulis tanpa adanya epilog di akhir, tetapi penyajian epilog tanpa prolog akan terasa hambar.

So, bagaimana cara membuat epilog yang menarik? Berikut hal-hal yang perlu diperhatikan dalam membuat epilog:

  1. Menuliskan kesimpulan. Setelah memahami betul cerita tersebut, tuliskan kesimpulan dari keseluruhan cerita tersebut.
  2. Mencari hikmah dan amanat yang dapat dijadikan pembelajaran bagi kehidupan.
  3. Mengulas kembali alur dan tokoh. Pada epilog dapat diceritakan pula nasib tokoh setelah penyelesaian konflik secara singkat.
  4. Menuliskan sekuel. Hal ini tidaklah wajib, tetapi jika ingin menceritakan konflik atau nasib tokoh yang belum sempat tuntas, tentu saja menjadikan cerita tersebut semakin menarik.

Itu dia tips membuat prolog dan epilog dari kami yang bisa kamu terapkan. Tulislah prolog dan epilog secara singkat dan jelas dengan memperhatikan beberapa tips di atas. Selamat menulis dan semoga informasinya membantu!

***

Kamu juga bisa menghubungi kami di WA: 0815 4814 3787 jika ingin menerbitkan naskahmu. Untuk mencari inspirasi tempat yang asyik untuk menulis, kamu bisa mampir ke artikel kami: https://diandracreative.com/tempat-tempat-yang-asyik-untuk-menulis/

 

Ditulis oleh: Fauzia Rosdiana Suryanti

Editor: Redaksi

Sumber gambar: https://pixabay.com/id/photos/menulis-orang-dokumen-kertas-828911/